Alarm berbunyi sesuai waktu yang ditentukan
Ah masih jam 7 pagi, bos lagi keluar kota
matikan alarm dan lanjut tidur sejenak
begitu bangun jam menunjukkan pukul setengah 9 pagi
cari remote tipi dan nyalakan
tidak ada yang menarik
nyalakan tape dengar lagunya om iwan fals
semangat sedikit bergegas ke kamar mandi
bikin kopi ... terus berpakaian
siap-siap ke kantor
Ah masih jam 9 pagi, bos lagi keluar kota
kopi masih setengah, rokok baru dibakar
Nyalakan kembali tipi...
nongkrong sebentar di depan tipi
Udah jam setengah 10
Meluncur ke kantor tuk ngisi absen.
selanjutnya .........
15 Juli 2008
10 Juli 2008
Nomor Urut Partai pada Pemilu 2009

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah melakukan pengundian nomor urut partai politik kemarin Rabu 9 Juli 2008, nomor urut ini nantinya akan dipakai dalam Pemilu 2009 nantinya. Nomor urut 1 dipegang oleh Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) yang diketuai oleh Bapak Wiranto. Saking sakralnya nomor urut ini, sampai-sampai beliau mengadakan acara syukuran bersama kader partai Hanura. Partai Golkar sendiri berada pada posisi 23 dan Partai PDI Perjuangan berada pada nomor urut 28. Sementara partai PKB yang sebelumnya diwarnai dengan orasi oleh Sekjen PKB mendapat nomor urut 13.
Apakah nomor urut ini akan berpengaruh dalam pemilu nantinya? Ataukah nomor urut ini mempunyai arti tersendiri dari masing-masing partai?
Berikut urutan nomor urut partai selengkapnya :
1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republika Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama.
11 Juni 2008
Hasil Pilkada Sinjai Dimenangkan Oleh Pasangan Beramal
Pesta demokrasi pemilihan pilkada Sinjai, hari ini memasuki tahap pencoblosan. Prosen tahapan pilkada ini sendiri dimulai pada tanggal 27 bulan Desember tahun 2007. Dimana diawali dengan tahapan persiapan yaitu tahapan pemberitahuan DPRD Kab. Sinjai kepada KPU Kab. Sinjai tentang berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati, dan setelah melalui beberapa tahapan, maka sampailah pada tahapan pencoblosan yang berlangsung hari ini.
Adapun jumlah TPS yang disediakan oleh pihak KPU adalah 200 TPS yang tersebar di 9 Kecamatan di Kab. Sinjai. Adapun Rinciannya adalah : Kec. Bulupoddo 14 TPS, Kec. P. Sembilan 6 TPS, Kec. Sinjai Barat 23 TPS, Kec. Sinjai Borong 16 TPS, Kec. Sinjai Selatan 34 TPS, Kec. Sinjai Tengah 24 TPS, Kec. Sinjai Timur 25 TPS, Kec. Sinjai Utara 32 TPS dan Kec. Tellulimpoe 26 TPS.
Dari semua lembaga yang mengadakan survei perhitungan cepat hasil pilkada Sinjai ini, semuanya memenangkan pasangan Beramal A. Rudiyanto Asapa dan A. Massalinri Lathief sebagai pemenang dari rivalnya Sabirin Yahya dan A. Manchu. (Foto:Jeanu BKM)
Dari data Lembaga Survei Indonesia memenangkan pasangan Beramal sebesar 59,95% dan pasangan SBY-Aman memperoleh suara sebesar 40,05% namun data ini baru diambil dari sekitar 90 persen dari 200 TPS, sementara itu Insert Institute Quick Channel yang juga mengadakan perhitungan cepat juga memenangkan pasangan Beramal dengan perolehan suara 59,17 persen Sedangkan SBY-Aman 40,83 persen. Insert sampai saat ini masih mengambil sampel dari 84.480 suara yang tersebar di seluruh kecamatan. Sistem penginputan data Insert menggunakan jasa SMS (Short Massages Service). Sedangkan perhitungan suara yang dilakukan oleh Data Center Bakominfo, sudah mengumpulkan 122.461 suara di TPS 9 Kecamatan dan pasangan Beramal unggul dengan memperoleh 59.13% suara sedangkan pasangan SBY-Aman 40.87%.
Jika melirik dari hasil survei masing-masing lembaga, hampir dipastikan A. Rudiyanto Asapa akan menakhodai Kab. Sinjai lagi 5 tahun kedepan.
Sementara dari 200 TPS yang disediakan, mulai pada proses pelaksanaan pencoblosan dan sampai kabar ini dipublish, kondisi Kab. Sinjai tetap aman dan kami segenap warga masyarakat Kab. Sinjai berharap, kondisi ini akan tetap terjaga dan terkendali.
Adapun jumlah TPS yang disediakan oleh pihak KPU adalah 200 TPS yang tersebar di 9 Kecamatan di Kab. Sinjai. Adapun Rinciannya adalah : Kec. Bulupoddo 14 TPS, Kec. P. Sembilan 6 TPS, Kec. Sinjai Barat 23 TPS, Kec. Sinjai Borong 16 TPS, Kec. Sinjai Selatan 34 TPS, Kec. Sinjai Tengah 24 TPS, Kec. Sinjai Timur 25 TPS, Kec. Sinjai Utara 32 TPS dan Kec. Tellulimpoe 26 TPS.
Dari data Lembaga Survei Indonesia memenangkan pasangan Beramal sebesar 59,95% dan pasangan SBY-Aman memperoleh suara sebesar 40,05% namun data ini baru diambil dari sekitar 90 persen dari 200 TPS, sementara itu Insert Institute Quick Channel yang juga mengadakan perhitungan cepat juga memenangkan pasangan Beramal dengan perolehan suara 59,17 persen Sedangkan SBY-Aman 40,83 persen. Insert sampai saat ini masih mengambil sampel dari 84.480 suara yang tersebar di seluruh kecamatan. Sistem penginputan data Insert menggunakan jasa SMS (Short Massages Service). Sedangkan perhitungan suara yang dilakukan oleh Data Center Bakominfo, sudah mengumpulkan 122.461 suara di TPS 9 Kecamatan dan pasangan Beramal unggul dengan memperoleh 59.13% suara sedangkan pasangan SBY-Aman 40.87%.
Jika melirik dari hasil survei masing-masing lembaga, hampir dipastikan A. Rudiyanto Asapa akan menakhodai Kab. Sinjai lagi 5 tahun kedepan.
Sementara dari 200 TPS yang disediakan, mulai pada proses pelaksanaan pencoblosan dan sampai kabar ini dipublish, kondisi Kab. Sinjai tetap aman dan kami segenap warga masyarakat Kab. Sinjai berharap, kondisi ini akan tetap terjaga dan terkendali.
02 Juni 2008
Techno Sirayap Aspal dengan Buku Laskar Pelangi
Dia sudah menjelajahi pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan sekarang hinggap di Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, yang sebelumnya menginjakkan kakinya pertama kali di pulau ini adalah di Kotamadya Pare-Pare selanjutnya menelusuri kota-kota sekitarnya hingga sekarang berada di Kab. Sinjai.
"Tapi mas, darimana dapat uang untuk melakoni ini semua" Tanyaku dengan penasaran.
"Alhamdulillah mas, banyak orang baik di nusantara ini, termasuk orang-orang pemerintahan di tiap kota, tapi tak jarang pula aku kehabisan uang di tengah jalan" Jelasnya dengan logat jogjanya.
"Nah, kalau sudah begitu, gimana hadapinnya mas" tanyaku lagi tambah penasaran.
"Yaaa, aku ngamen mas, bersama sahabat setiaku ini" sambil menunjukkan gitar kecilnya yang senarnya tidak lagi sempurna (kurang 1 senarnya karena putus).
Kurang lebih 1 jam, saya berbincang dengan techno, selama waktu itu pula dia bercerita dengan begitu bersemangat tentang pengalaman-pengalamannya selama merintis perjalanan berkeliling nusantara ini, namun sesekali saya melihat wajahnya agak sedih, nada suaranya nggak lagi kedengaran bersemangat, ketika dia bercerita tentang hambatan yang dialaminya, mulai dari kemalaman di tengah hutan, ban sepeda yang bocor di tempat yang tidak ada perkampungannya sampai pada terserang penyakit malaria selama 3 hari di tanjung selangor Kalimantan Timur. Tapi itu semua tidak membuatnya patah semangat.
Dengan buku Laskar Pelangi coretan Andrea Hirata yang selalu menemaninya, dia akan tetap selalu bersemangat untuk menyelesaikan misinya.
Teruslah bersemangat dan berjuang kawan, dan jadilah motivator bagi kami semua yang selalu patah semangat ketika hambatan mulai menghampiri kami.
21 Mei 2008
100 Tahun Harkitnas di Kab. Sinjai
Kala itu Republik Indonesia baru berdiri 3 tahun dan kita tidak mau dibilang bayi, selain itu peringatan itu dipakai sebagai alat untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih ada. Sekarang sudah seabad lamanya kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, namun kondisi yang kita alami sekarang masih terpuruk di berbagai bidang.
Jika kita melihat angka peringatan Harkitnas, Tahun 2008 ini, Tahun ini adalah tahun istimewa, sebab kita mengenang 100 tahun Kebangkitan Nasional. Sebagai peringatan yang rutin tahunan, boleh jadi konsep kita tentang hari-hari peringatan itu telah membaku. Ada apel bendera, buat perlombaan memasak, lari karung, sepak bola, menulis. Bisa juga demonstrasi menuntut ini dan itu. Ada pula seminar, diskusi, pengobatan gratis. Hal-hal ini memang baik. Namun, merayakan hari-hari peringatan sebatas yang seremonial dan rutinitas, belum sepenuhnya tercakup dalam konsep memaknai hari peringatan itu.
Seperti halnya di Kab. Sinjai Sulawesi Selatan,
Upacara peringatan Harkitnas ini dilaksanakan hari ini, seperti saya katakan tadi, upacara ini hanya sekedar rutinitas tahunan, upacara dimulai, komandan upacara melapor, pembina upacara membacakan sambutan seragam dari Bapak Presiden Indonesia, peserta upacara yang acuh tak acuh, nyanyian lagu kemerdekaan, setelah itu penerimaan hadiah bagi pemenang perlombaan yang diadakan untuk memeriahkan peringatan Harkitnas ini, setelah itu para pejabat-pejabat pemerintahan ke taman makam pahlawan untuk penghormatan bagi pahlawan-pahlawan yang telah berjasa tersebut.
Tapi ada satu hal yang menarik untuk tahun ini di Kab. Sinjai. Mulai tadi malam hujan terus mengguyur tanah di kabupaten kecil ini, hingga pagi tadi hujanpun tidak menunjukkan tanda-tanda persahabatan, karena hingga pukul 10 pagi hujan tidak berhenti, maka upacara dialihkan di dalam ruangan, tepatnya di ruang pola kantor Bupati Sinjai. Ini menarik, karena semangat untuk mengadakan seremonial upacara dalam rangka memperingati Harkitnas ini tetap berkobar meskipun itu dilaksanakan di dalam ruangan, namun apakah ini alasan utama, bukannya tetap dilaksanakan agar tidak ingin diketahui oleh pihak luar bahwa di kabupaten ini tidak mengadakan upacara peringatan Harkitnas hanya karena hujan dan harus menjadi buah bibir bagi kabupaten-kabupaten lain.
Namun sayang, Hari spesial ini justru diwarnai dengan adanya isu BBM yang akan naik, yang pada ujungnya terjadi demo yang anarkis di berbagai kota, juga kegagalan Indonesia meraih piala Thomas dan Uber Cup di rumah sendiri, belum lagi Indonesia berduka karena kehilangan aktor dan politikus Sophan Sophian dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Ali Sadikin.
Langganan:
Postingan (Atom)